Jalur SSB
Ditulis oleh bang ciwir di/pada 12 Desember 2008
Pada tahun 2004 silam, Presiden Megawati Soekarnoputri meresmikan Taman Nasional Gunung Merapi sekaligus mencanangkan Jalur Wisata SSB (Solo-Selo-Borobudur). Mengapa disebut demikian, karena jalur ini menghubungkan Solo dengan candi Borobudur (di Magelang) dengan melalui Selo. Selo adalah salah satu kecamatan di Kab. Boyolali yang berada diantara lereng Merapi dan Merbabu, serta berbatasan langsung dengan Kec. Sawangan Kab. Magelang, tempat Ketep Pass berada.
Dengan melalui jalur tersebut kita dapat menikmati keindahan pemandangan alam gunung Merapi dan Merbabu yang sudah kondang kawentar sak nuswantoro itu.



Namun sayangnya ada tangan-tangan jahil nan tak bertanggungjawab yang membuat sesuatu tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Padahal itu merupakan hal penting dan jika tidak berfungsi maksimal akan menimbulkan hal yang fatal.
Ini adalah vandalisme pada kaca cermin yang ada di tikungan tajam dan menanjak di daerah yang biasa disebut dengan “Irung Petruk”. Disebut demikian karena jalanan menanjak curam dan panjang serta menikung putar balik (180 derajat), seperti irung petruk.
Entri ini dituliskan pada 12 Desember 2008 pada 17:38 dan disimpan dalam Foto, berbagi kabar. Bertanda: Borobudur, Ketep Pass, Selo, Solo, SSB. Anda bisa mengikuti setiap tanggapan atas artikel ini melalui RSS 2.0 pengumpan. Anda bisa tinggalkan tanggapan, atau lacak tautan dari situsmu sendiri.






gajah_pesing berkata
ini dimana? di ketep?
Sawali Tuhusetya berkata
mereka yang punya tangan2 usil itu mesti ditatar dulu perlunya melestarikan lingkungan hidup, hehehe … wah, jadi makin seru pastinya daerah SSB.
suwung berkata
inget SSB inget bapak temenku yang jadi camat disana pas peresmian….
seneng banget katanya salaman ama president
Mufti AM berkata
Tak hanya kaca cermin dan rambu2 jalan lainnya, tapi juga pohon, batu2 dan sebagainya dari aksi vandalisme sehingga tetap nyaman sejuk dipandang mata. Kelestarian lingkungan di daerah tersebut perlu dijaga.
marsudiyanto berkata
Jadi pengin lewat situ lagi. Saya pernah diajak tetangga touring naik Hardtop lewat jalur itu, bermalam di Selo, di rumah penduduk.
thenafi berkata
mampir nih…
salam kenal…
marsini berkata
wah, pemandangannya indah banget..
bikin mata jadi fresh.
apalagi klau lewat langsung ya:)
reallylife berkata
ternyata ngga cuma di kota saya aja ya kejadiannya, jadi kepikiran untuk memberikan pelatihan pada tangan2 jahil itu ke arah yang lebih positif.
gimana setuju??
fina berkata
Wah.. aku kok belum pernah lewat sini ya… wah kuper banget
eMo berkata
wah.. ketep tempat kenangan nih.. hihihihi
btw pie mas di nyonya? dah sehat? kapan² dolan tenan yaa…
neng RADJANET [perempatan kodim temanggung]
Lyla berkata
wwaaah…. tangan2 jahil memang dimana2 tuh… tangan2 setan merusak keindahan aja. tapi aku liat di Jogja banyak banget coret2an… wkt aku di banjarmasin gak begitu banyak walopun kotanya kotor sihhh…
dyahayu berkata
Wuuuiiiich keren nda…jadi ingat nostalgia sma dulu..tapi sayang ga sampai ke puncak merapi solidaritas nda..temenku kakinya sakit..
kapan ya bisa main ke sana lagi..piye mampir pora ?
mayssari berkata
kamu suka naik gunung toh?
Alif Lukmanul Hakim berkata
Wah, aq durung tau je lewat Selo….Kapan2 ajak2 ya.
roy berkata
yo….kapan jalan-jalan lewat SSB …aku ada dijogja… ntar ajak ajak ya…
hehehe…….
kishandono berkata
tempat wisata yang cihuy tuh kayanya…
afin yulia berkata
wah itu tangan jahil emang kurang ajar
afin yulia berkata
eh eniwei dah tak link, thanks for coming to my blog
bintang berkata
pemandangannya bagus yahh…kangen ama pemandangan yang sepeti itu..bukan yang kaca cermin itu loh hehehe
phery berkata
wuih, untung aja coretanku gak kena jepretan fotonya. Nyaris terekspos deh
Daiichi berkata
tingkah polah yang aneh… Tidakkah menyakitkan merusak fasilitas umum yang memberi kemudahaan pada kita, sekaligus memberi akses buat refreshing…
semoga setelah liat yang indah2 jiwanya jadi sadar, ga ngerusak lagi…
endar berkata
jadi pengen ke sana nih… aku kurang piknik. suntuk menjalani rutinitas.
yang corat-coret kurang ajar.. pas sampeyan sma seneng coart-coret nggak?
gus berkata
Khas indonesianya….selalu tdk memelihara fasilitas umuum
haris berkata
terdengar lagu ini lagi: “itulah Indonesia”–utk corat-coretanya maksude. he2.
achoey berkata
Wah indah
sayang daku jauh tuk melangkah ke sana
Maaf, daku baru datang lagi nih
iman brotoseno berkata
mental orang orang ( sebagian ) Indonesia,..yang masih melihat public property sebagai barang yang bisa diapakan semaunya…
saktipaijo berkata
wah….ngone nak tenan…trus kulinernya opo kang?…salam terbaik…
anderwedz berkata
Ada-ada aja tangan2 usil itu…
Kan kalo maw lewat jalan itu ya tinggal jalan aja..
ngapain pake corat-coret sgala…
zulfikar berkata
Solusi masalah itu gimana yah? perasaan yang agak beres dengan fasilitas umumnya cuma daerah jakpus…..
Farrel berkata
Wuihhh, keren abiez. Kapan ya bisa kesana…? *mikir*
btw, kejailan orang2 terhadap rambu2 lalu lintas itu terjadi dimana2. Kenapa ya mereka iseng bgt nyorat-nyoret…? Perlu dilakukan penelitian nich…*capek dech*
arafi berkata
weits,,dh rame bgt,,kpn ya bs maen k sana>???T.T
Kawaii Ayu berkata
kawaii ayu jadi pengen ke Borobudur lagi nih….
jhon keiya berkata
sungguh indah sekali pemandangannya,bila tidak keberatan menambah yang lainnya,termasuk flora maupun faunanya,selang-seling atau campur-baur !!!